DINAS SOSIAL kependudukan dan catatan sipil

PROVINSI PAPUA



KATA PENGANTAR

 

Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas penyertaan-Nya, buku Profil Panti Bina Sosial Jayapura dapat diselesaikan. Profil ini merupakan bahan informasi kepada semua pihak atas keberadaan Panti Bina Sosial Jayapura sebagai Unit Pelaksana Teknis Dinas Kesejahteraan Sosial Provinsi Papua.

Guna meningkatkan Pelayanan terhadap masyarakat khususnya kepada para penyandang masalah Sosial, maka Profil ini dibuat sebagai acuan kepada Pemerintah Daerah untuk bersama-sama mengembangkan Panti Bina Sosial Jayapura sebagai Lembaga Kesejahteraan Sosial yang melaksanakan kegiatan Pelayanan dan Rehabiltasi Sosial bagi Wanita Tuna Sosial dan Remaja Putus Sekolah / Anak Terlantar.

Pada kesempatan ini, kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam mewujudkan buku Profil Panti Bina Sosial Jayapura. Semoga buku Profil ini dapat bermanfaat bagi yang terlibat dalam perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pelayanan sosal melalui sistim Panti.

Jayapura, Juni 2024 Plt. Kepala Dinas Sosial

Kependudukan dan catatan sipil

Provinsi Papua

 

 

 

 

DR. DJONG H.W. MAKANUAY, ST.MM

NIP. 19740514200801 1 015

:


I.           PENDAHULUAN

 

A.         Gambaran Umum

Masalah kesejahteraan sosial adalah masalah manusia dengan segala kompleksitas dan implikasinya yang memiliki kekhususan ciri sasaran serta penanganannya. Seiring dengan perkembangan tehnologi yang semakin canggih dan pesatnya pertambahan penduduk khususnya di Indonesia, berbagai permasalahan sosial dari tahun muncul, seperti anak terlantar, anak jalanan, anak putus sekolah, lanjut usia terlantar, wanita rawan sosial dan permasalahan sosial lainnya.

gunan b

 
Melalui pemban            idang kesejahteraan sosial yang dilaksanakan dalam rangka Pembangunan Nasional selama ini nampak jelas kemajuan-kemajuan yang telah dicapai, dan berbagai usaha-usaha kesejahteraan sosial yang telah dilaksanakan baik oleh Pemerintah maupun lembaga-lembaga swadaya masyarakat, tidak saja dapat mengatasi berbagai masalah kesejahteraan sosial, namun setidak-tidaknya dapat menghambat tumbuh dan berkembangnya masalah-masalah sosial.

B.         Riwayat Panti Bina Sosial Jayapura

Panti Bina Sosial Jayapura merupakan Unit Pelaksana Teknis Dinas Kesejahteraan Sosial Provinsi Papua dan merupakan suatu Lembaga Kesejahteraan Sosial yang bertanggungjawab kepada Kepala Dinas Kesejahteraan Sosial Provinsi Papua untuk mengemban misi pelayanan, pembinaan dan rehabilitasi sosial bagi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) dengan


sistem Panti.. Panti-Panti di lingkungan Dinas Kesejahteraan Sosial Provinsi Papua awalnya berdasarkan Surat Keputusan Menteri Sosial RI Nomor 22/HUK/1995 tanggal 24 April 1995, tentang Pembakuan dan Penamaan Unit Pelaksana Teknis Pusat/ Panti/ Sasana di lingkungan Departemen Sosial RI. Berdasarkan Surat Keputusan tersebut, maka Panti – Panti eks Kanwil Depsos Propinsi Irian Jaya terdiri dari :

1.          Panti Bina Remaja “Mandala†Sentani di Jayapura,

2.          Panti Bina Lanjut Usia “Tat Twam Asi†di Pos VII Sentani

Jayapura,

3.          Panti Bina Karya Wanita “Monye Magu†di Dok VIII Atas,

Jayapura, dan

4.          Panti Bina Netra di Biak.

 

Setelah likuidasi Departemen Sosial RI, eks Kanwil Depsos Prop. Irja diserahkan ke Pemerintah Daerah Provinsi Papua dan menjadi Dinas Kesejahteraan Sosial Provinsi Papua, termasuk di dalamnya Unit Pelaksana Teknis yang dibawahinya. Berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Propinsi Irian Jaya Nomor 141/Tahun 2001 tanggal 28 Desember 2001 tentang Pembentukan Susunan Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Dinas pada Dinas-Dinas Daerah Propinsi Irian Jaya, diadakan penggabungan dari tiga Panti di lingkungan Dinas Kesejahteraan Sosial Provinsi Papua dengan susunan: Panti Bina Karya Wanita, Panti Bina Lanjut Usia, dan Panti Bina Remaja disatukan dengan nama Panti Bina Sosial Jayapura berkedudukan Eselon III dan membawahi 1 (satu) Kasubag Tata Usaha dan 3 (tiga) Seksi Eselon IV, yaitu :

1.          Seksi Bina Karya Wanita


2.          Seksi Bina Lanjut Usia

3.          Seksi Bina Remaja

Selanjutnya dalam operasionalnya, masing-masing Panti dipimpin atau dikepalai oleh satu Kepala Seksi dan bertanggungjawab langsung kepada Kepala Panti Bina Sosial Jayapura.

 

C.         Struktur Organisasi Panti Bina Sosial Jayapura

Berdasar Surat Keputusan Gubernur Provinsi Papua Nomor 141 Tahun 2001.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Seksi Bina Remaja

 

Seksi

Bina Lanjut Usia

 

Seksi

Bina Karya Wanita

 

 

 

 

II.          SEKSI BINA REMAJA

A.         Pengertian


1.          Seksi Bina Remaja adalah salah satu Seksi yang ada pada Panti Bina sosial Jayapural yang secara langsung menangani permasalahan remaja, khususnya anak/ remaja putus sekolah dan dalam keadaan terlantar atau anak dari keluarga tidak mampu, baik secara fisik maupun non fisik di daerah Provinsi Papua untuk diberikan pelayanan sosial berupa bimbingan dan pelatihan keterampilan sosial, serta bimbingan mental spiritual agar nantinya anak/ remaja putus sekolah dapat mandiri/ tidak tergantung kepada orang lain.

2.          Pelayanan Sosial Remaja adalah proses bantuan/ pertolongan yang dilakukan secara terarah, terencana, dan sistematis kepada remaja yang menjamin dirinya berkemampuan melaksanakan fungsi sosialnya secara memadai atas dasar profesionalisme. Pelayanan tersebut mencakup bimbingan sosial, psilo-sosial, mental, fisik dan bimbingan keterampilan yang dilaksanakan dalam waktu tertentu sesuai dengan kebutuhan dan masalah.

3.          Fungsi sosial remaja adalah kemampuan remaja untuk melaksanakan peranan sosialnya sesuai dengan statusnya secara wajar.

4.          Remaja adalah setiap warga negara Indonesia, laki-laki dan perempuan yang berusia antara 13-18 tahun karena faktor tertentu mengalami putus sekolah SD, SLTP, dan terlantar.

5.          Rujukan, adalah proses pengalihan tanggung jawab sosial profesional dari PSBR ke lembaga pelayanan sosial lainnya atau sebaliknya sebagai bagian dari proses pertolongan/ bantuan kepada remaja, yang memungkinkan setiap remaja


terpenuhi kebutuhannya dan penyelesaian masalahnya secara tuntas.

6.          Putus Sekolah, adalah seseorang atau anak yang karena sesuatu hal tidak dapat menyelesaikan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi, atau seseorang yang mempunyai keinginan untuk bersekolah namun karena terbentur oleh biaya sehingga tidak dapat menikmati bangku pendidikan.

7.          Anak Terlantar, adalah seseorang/ anak yang telah ditinggal (meninggal dunia) oleh salah satu atau kedua orang tuanya dan tidak ada keluarga/ family yang mengasuhnya, atau seseorang yang masih mempunyai orang tua, namun orang tuanya tidak pernah memberikan perhatian baik kasih sayang, pendidikan maupun materi.

B.         Maksud dan Tujuan

1.          Maksud

Untuk menggali, mengembangkan, meningkatkan dan memantapkan potensi dan sumber-sumber yang dimiliki oleh anak/ remaja putus sekolah yang terlantar dengan cara memberikan bimbingan fisik, mental, sosial dan bimbingan keterampilan kerja.

 

2.          Tujuan

a.          Membantu mempersiapkan anak/ remaja putus sekolah yang terlantar dengan memberikan kesempatan dan kemudahan, agar mereka dapat mengembangkan potensi dan kemampuan baik jasmani, rohani maupun sosialnya.


b.          Menumbuhkan dan meningkatkan keterampilan kerja dalam rangka memberikan bekal untuk kehidupan dan penghidupannya di masa datang secara mandiri.

C.         Data Panti

1.          Nama            : Panti Bina Sosial Jayapura

Seksi Bina Remaja “Mandala†Sentani

2.          Alamat           : Jl. Sosial Polomo Distrik Sentani

Kabupaten Jayapura Telp. 0967. 591370

3.          Berdiri            : Tahun 1980

4.          Luas Tanah seluruhnya                 : 10.000 m2

5.          Bangunan :

a.          Kantor Utama 2 lantai            : 1 lokal

b.          Kantor Seksi Bina Remaja     : 1 lokal

c.          Rumah Dinas                        : 5 lokal

d.          Wisma Tamu                         : 1 lokal

e.          Wisma                                  : 10 lokal

f.           Ruang Keterampilan              : 4 lokal

g.          Ruang Makan                        : 2 lokal

h.          Ruang Keterampilan              : 4 lokal

i.            Ruang Pamer (show room), : 1 lokal

j.            Gudang                                : 1 lokal

k.          Ruang Aula                           : 1 lokal

l.            Pos Satpam                          : 1 lokal

6.          Lain-lain :

Pagar Keliling, Lapangan Upacara, Lapangan Olah Raga, Lahan Pertanian/ Kebun, Lahan Perikanan dan Taman.


D.         Prinsip Pelayanan

1.          Panti Bina Remaja mengutamakan bimbingan sosial anak, sedangkan bimbingan keterampilan merupakan sarana penunjang dalam mencapai tujuan pelayanan.

2.          Pelayanan terhadap anak putus sekolah terlantar melalui Panti Bina Remaja bersifat sementara (4 bulan), sedangkan pembinaan selanjutnya berada dalam keluarga dan masyarakat.

E.         Fungsi

1.          Sebagai salah satu sumber pelayanan kesejahteraan sosial, khususnya pelayanan kesejahteraan sosial bagi anak/ remaja putus sekolah terlantar.

2.          Sebagai salah satu sumber informasi dan konsultasi kesejahteraan sosial terutama yang berkaitan dengan kebutuhan-kebutuhan, masalah-masalah, kemampuan- kemampuan dan peranan-peranan sasaran pelayanan.

3.          Sebagai salah satu sumber pengembangan Usaha Kesejahteraan Sosial dalam arti melaksanakan fungsi-fungsi pengembangan penyembuhan dan pencegahan masalah dengan penciptaan kondisi sosial dan kemampuan menghindarkan timbulnya sikap tingkah laku sasaran pelayanan yang menyimpang dari nilai-nilai sosial.

F.         Sasaran Pelayanan

1.          Anak bermasalah sosial, seperti anak yang berasal dari keluarga ekonomi lemah, keterlantaran di bidang pendidikan, sosial psikologis.

2.          Anak putus sekolah terlantar pada tingkat SD, SLTP dan SLTA, usia 17 s/d 21 tahun serta belum menikah.

3.          Tidak atau belum bekerja (menganggur).


G.        Sifat Pendekatan

1.          Pendekatan pengembangan pribadi anak.

2.          Pendekatan pemulihan dan penyembuhan.

3.          Pendekatan pencegahan.

H.         Methode Pelayanan

1.          Bimbingan sosial perorangan

2.          Bimbingan sosial kelompok

3.          Bimbingan sosial masyarakat

4.          Administrasi pekerja sosial

I.            Proses Pelayanan

1.          Tahap Persiapan

Tahap ini bertujuan untuk mempersiapkan anak putus sekolah terlantar yang akan dibina di Panti Bina Remaja Sentani dan mempersiapkan rencana pelaksanaan penyantunan bagi anak putus sekolah terlantar.

2.          Tahap Pelaksanaan Kegiatan

Kegiatan penyantunan dilaksanakan berdasarkan program- program yang meliputi : Program Bimbingan Fisik, Mental, Pengembangan Diri, dan Latihan Keterampilan.

3.          Tahap Pembinaan Lanjut

Merupakan kegiatan-kegiatan dalam rangka memperkuat peranan tamatan PBR dalam melaksanakan fungsi sosialnya serta dalam rangka memanfaatkan keterampilan dalam mengelola usahanya.

J.          Fasilitas Pelayanan

1.          Perawatan

Kebutuhan pangan, sandang, pengasramaan dan kesehatan.

2.          Perlindungan dan Asuhan


Untuk dapat memberikan rasa aman dan ketenteraman diberikan perlindungan dan asuhan dengan dijadikan anak asuh sebagai anggota keluarga dalam keluarga asuh.

3.          Peralatan dan Bahan Pelatihan

4.          Paket bantuan sarana usaha

5.          Selama penyantunan tidak dipungut biaya.

K.         Proses Penerimaan

1.          Pendaftaran melalui Pekerja Sosial Masyarakat, Karang Taruna, Petugas Sosial Distrik/ Distrik setempat, Organisasi Sosial, Dinas Sosial setempat, atau langsung ke tempat Panti Bina Remaja Sentani.

2.          Seleksi bersama oleh petugas panti dan PSD setempat atau pihak lain yang dipandang perlu.

3.          Melengkapi persyaratan yang telah ditentukan, antara lain :

a.          Mengisi blanko yang disediakan panti

b.          Surat keterangan kesehatan

c.          Surat keterangan kelakuan baik, dan

d.          Surat keterangan lain yang dianggap perlu oleh panti.

4.          Lolos seleksi

5.          Pemanggilan calon anak asuh.


 

L.         FOTO / REKAMAN KEGIATAN

 

P1030128       DSC00575


Sambutan Ka. Dinkessos Prov.

Papaua

Dalam Pembukaan Pelatihan Tahun 2018

 

DSC00610

Jurusan Menjahit


Kegiatan MakanSenantiasa Bersama: Pagi, Siang dan Malam

 

 

DSC00584


 

Keterangan foto tidak tersedia. (Rectangle)         P1030494


     DSC00721


Jurusan Pertukangan Kayu.

“...begini lo nak cara memotong kayu...â€


Praktek membuat Meja ½ Biro


 


Instruktur Montir Mobil Sedang Menuntun Siswa Dalam Praktek


Jurusan Montir Mobil Persiapan latihan mengemudi


 


Apel Malam

Mengecek Keberadaan/ Kondisi Siswa


Pembagian Bahan Perawatan Kesehatan


III.        SEKSI BINA KARYA WANITA

A.         Pengertian

Seksi Bina Sosial Karya Wanita “Monye Magu†Jayapura adalah salah satu Seksi yang ada di Panti Bina Sosial Jayapura dan mempunyai tanggung jawab untuk memberikan pelayanan kesejahteraan sosial kepada wanita rawan sosial di daerah Provinsi Papua.

B.         Maksud dan Tujuan

1.          Maksud

Untuk menggali, mengembangkan, meningkatkan dan memantapkan potensi dan sumber-sumber yang dimiliki oleh wanita rawan sosial dengan cara memberikan bimbingan fisik, mental, sosial dan keterampilan.

2.          Tujuan

a.          Membantu mempersiapkan wanita rawan sosial dengan memberikan kesempatan, kemudahan, agar mereka dapat mengembangkan potensi dan kemampuan baik jasmani, rohani maupun sosialnya.

b.          Menumbuhkan dan meningkatkan keterampilan kerja dalam rangka memberikan bekal untuk kehidupan dan penghidupannya di masa datang secara mandiri.

C.         Data Panti

1.          Nama            : Panti Bina Sosial Jayapura

Seksi Bina Karya Wanita “Monye Maguâ€

2.          Alamat           : Jl. Soa Sio Dok VIII Atas Jayapura

3.          Luas Tanah seluruhnya : 10.000 M2


4.          Bangunan yang dimiliki:

Kantor, Aula, Asrama, Ruang Keterampilan, Ruang Makan, Gudang, Rumah Dinas

5.          Lain-lain

Pagar Keliling, Lapangan Upacara, Lapangan Olah Raga/ Tennis Lapangan, Mobil Dinas 1 unit.

D.         Prinsip Pelayanan

1.          Mengutamakan bimbingan sosial penerima pelayanan, sedangkan bimbingan keterampilan merupakan sarana penunjang dalam mencapai tujuan pelayanan.

2.          Pelayanan terhadap wanita rawan sosial melalui Panti Bina Karya Wanita bersifat sementara ( bulan), sedangkan pembinaan selanjutnya berada dalam keluarga dan masyarakat.

E.         Fungsi

1.          Sebagai salah satu sumber pelayanan kesejahteraan sosial, khususnya pelayanan kesejahteraan sosial bagi wanita rawan sosial.

2.          Sebagai salah satu sumber informasi dan konsultasi kesejahteraan sosial terutama yang berkaitan dengan kebutuhan-kebutuhan, masalah-masalah, kemampuan- kemampuan dan peranan-peranan sasaran pelayanan.

3.          Sebagai salah satu sumber pengembangan Usaha Kesejahteraan Sosial dalam arti melaksanakan fungsi-fungsi pengembangan penyembuhan dan pencegahan masalah dengan penciptaan kondisi sosial dan kemampuan


menghindarkan timbulnya sikap tingkah laku sasaran pelayanan yang menyimpang dari nilai-nilai sosial.

F.         Sasaran Pelayanan

1.          Wanita bermasalah sosial, seperti wanita yang berasal dari keluarga ekonomi lemah, wanita yang mempunyai potensi melakukan penyimpangan norma-norma sosial.

2.          Wanita berusia 15 s/d 35 tahun.

 

G.        Sifat Pendekatan

1.          Pendekatan pengembangan pribadi penerima pelayanan.

2.          Pendekatan pemulihan dan penyembuhan.

3.          Pendekatan pencegahan.

 

H.         Methoda Pelayanan

1.          Bimbingan sosial perorangan

2.          Bimbingan sosial kelompok

3.          Bimbingan sosial masyarakat

4.          Administrasi pekerja sosial

 

I.            Proses Pelayanan Rehabilitasi

1.          Pendekatan Awal

a.          Orientasi dan Konsultasi

b.          Identifikasi

c.          Motivasi

d.          Seleksi.

2.          Penerimaan

a.          Registrasi

b.          Penelaahan dan Pengungkapan Masalah

c.          Pemantapan dalam program pelayanan


3.          Bimbingan Fisik, Mental, Sosial dan Keterampilan

a.          Bimbingan Fisik dan Mental

b.          Bimbingan Sosial

c.          Bimbingan Latihan Keterampilan

4.          Resosialisasi

a.          Bimbingan Kesiapan dan peranserta masyarakat

b.          Bimbingan sosial hidup bermasyarakat

c.          Pemberian bantuan stimulan Usaha Produktif

d.          Bimbingan Usaha Produktif

e.          Penyaluran

5.          Bimbingan Lanjut

a.          Bimbingan peningkatan kehidupan bermasyarakat

b.          Bantuan usaha/ kerja

c.          Bimbingan pemantapan peningkatan usaha/ kerja

 

J.          Fasilitas Pelayanan

1.          Perawatan

Kebutuhan pangan, sandang, pengasramaan dan kesehatan.

2.          Perlindungan dan asuhan

Untuk dapat memberikan rasa aman dan ketenteraman diberikan perlindungan dan asuhan di dalam asrama.

3.          Peralatan dan Bahan Pelatihan

4.          Paket bantuan sarana usaha

5.          Selama penyantunan tidak dipungut biaya.

K.         Proses Penerimaan

1.          Pendaftaran melalui Pekerja Sosial Masyarakat, Karang Taruna, Petugas Sosial Distrik/ Distrik setempat, Organisasi Sosial, Dinas Sosial setempat, atau hasil razia.


2.          Seleksi bersama oleh petugas panti dan PSD setempat atau pihak lain yang dipandang perlu.

3.          Melengkapi persyaratan yang telah ditentukan, antara lain :

a.          Mengisi blanko yang disediakan panti

b.          Surat keterangan kesehatan

c.          Surat keterangan kelakuan baik, dan

d.          Surat keterangan lain yang dianggap perlu oleh panti.

4.          Lolos seleksi

5.          Pemanggilan calon anak asuh.

 

IV.       PENUTUP

Demikian sekilas tentang Profil Panti Bina Sosial Jayapura Provinsi Papua. Semoga dengan adanya profil ini dapat dijadikan sebagai bahan informasi bagi pihak-pihak yang membutuhkan pelayanan kesejahteraan sosial.